Setelah Extreme Noise Terror, Napalm Death, juga Raw Noise menjadi sebuah barang import yang menjajikan didatangkan dari dataran dimana Rowan Atkinson nyari duit, Michael J. Bassett mencoba peruntungannya untuk membuat sebuah film slasher dengan rated R yang di harapakan bisa jadi barang import yang menjanjikan selain majalah NME dan Fred Perry. Wilderness adalah film hasil olahan otak Michael J. Bassett yang bercerita tentang sekumpulan remaja remaja demen bullying disfungsional yang menjadi tahanan penjara remaja dengan taraf kenakalannya ngelampauin kenakalan ABG labil di film Eden Lake, sang sipir penjara yang geram kemudian mengungsikan remaja remaja sinting ini ke sebuah pulau "tak berpenghuni" untuk belajar survival macem pendidikan dasar pramuka. Tentu saja film ini tidak akan seru jika hanya bercerita mengenai kemping ala pramuka remaja remaja yang terdiri dari pemerkosa, drug dealer, pembunuh, dan psycopath ini. Ternyata sedang ada penelitian oleh sekelompok wanita wanita misterius yang ntah sedang meneliti apa di pulau tak berpenghuni itu. Kejadian demi kejadian aneh pun mulai berdatangan dengan ditemukannya mayat seorang yang tak dikenal dengan luka koyakan di bagian usus dan leher nya. Dan iya, terror pun dimulai. Tiba tiba muncul seorang pembunuh kejam dengan 4 ekor anjignnya yang tak kalah kejamnya untuk bersiap ngabisin semua orang yang ada di pulau itu. Apa motifnya? Ini bakal jadi twist, yang sebenernya gampang di tebak ketika kalian menonton film ini.Film ini memiliki plot yang mudah ditebak ketika memasuki menit ke 40, karena semua misteri dan rahasia siapa pembunuh sadis yang membunuh para remaja dan peneliti sudah di bicarakan dengan gamblang, tetapi tunggu dulu, Michael J. Bassett tidak sebodoh itu untuk membuat penonton menebak ahir dari film, karena dia memiliki twist yang bisa diperhitungkan di ahir film. Sayangnya dukungan twist menarik tadi malah merubah kesan suspense film yang sudah di bangun di 40 menit awal, karena setelah beberapa misteri terkuak film ini malah berubah menjadi cheesy dengan proses yang lamban dan terkesan hanya menjadi film horror-survival yang biasa saja, mesikupun beberapa scene gruesome malah tambah di perbanyak setelah 40 menit awal tetapi tetap saja tidak membuat film ini jadi memiliki kesan thrilling yang lebih. Ada beberapa adegan yang bisa membuat saya bergumam dan minimal teriak "anjing!", salah satunya adalah scene memorable seorang remaja di film ini yang bagian kepala nya teperangkap penjepit kaki untuk menangkap beruang yang biasa digunakan oleh para pemburu, fuckin insane dan tentunya akan sangat sakit dengan balutan sounds effect "jleb! kreeeek!". Ngilu!
6,5/10



Tidak ada komentar:
Posting Komentar